Day 1 - Canggu

Selasa, 20 Juni 2023 jam 16.04 WIB, si gadis bernama Eugene ini.. menekadkan diri untuk membayar tiket penerbangan pulang-pergi (kenapa singkatan pp bukan pergi-pulang ya? kan pergi dlu baru pulang 🤔) ke Bali. Dan saya mendapatkan harga segini, kok bisa murah? Ya.. karena untuk penerbangan di minggu akhir Oktober 2023 guys 😂



Setelah tidak ditunggu, tiba-tiba udah tanggal 22 Oktober 2023 dan bangun jam 2 pagi karena flight saya jam 04.45 pagi. Begitu take off, langsung teler tidur lagi di pesawat.. untung sempet kebangun pas ngelewatin Gunung Bromo 🥹 hampir saja terlewatkan, karena itu posisi si gunung bener-bener last minute banget bisa saya lihat. It is very cool! Gunung yang disinari matahari pagi dan ditemani awan disekitarnya, berasa lagi sunrise di Gunung Bromo (loh?)




06.40 WITA, landed in Bali!! Masih sepi banget bandaranya, serasa Bali milik saya. Karena itinerary hari pertama saya ke Canggu dan saya cek tarif online taxi ke Canggu Rp300.000, saya cobalah naik Trans Metro Dewata (TMD). Syaratnya cuman satu, kamu punya kartu elektronik (Flazz / E-Money / dll) atau bayar pakai QRIS di bus. Tarif yang perlu kamu bayarkan hanya Rp4.400 dan dengan jeda selama 90 menit, jadi kalau kamu ada ganti bus gaperlu khawatir untuk membayarnya lagi (karena sistemnya bukan tapping di halte, tapi di bus baru ada mesin tapping-nya).

Halte Dewi Sartika (09.02 WITA)

Saya naik koridor K2B dari bandara (07.22) menuju halte Dewi Sartika untuk ganti koridor K3B dan bus datang jam 08.10 lalu turun di halte Gatsu Barat. Saya pesen GoJek dengan tarif Rp20.000 (halte Gatsu Barat persis di depannya Dev Store Bali, 09.38) dan akhirnya saya sampai di Caroline Hostel (09.58). Bayangkan dari Rp300.000, saya hanya mengeluarkan Rp24.400 untuk sampai di Canggu! Jadi kalau kamu tidak mengejar waktu, naik TMD dan GoJek adalah penyelamat dompetmu 🫡

Karena belum bisa check-in, jadi saya menitipkan koper saya di hostel dan setelah itu berkeliling di Canggu sambil mencari tempat untuk brunch (udah laper banget belum makan dari jam 2 pagi). Karena pengen brunch di pinggir pantai, jadilah saya menyusuri Pantai Canggu yang udah ramai sama bule untuk surfing. Cukup unik, pantainya ramai di tengah laut, bukan di pinggir pantai.

Bayangkan ketika kamu ingin mengunjungi suatu tempat dan kamu menemukan tempat itu tanpa kamu cari di hari H, itu seperti hal yang sangat membahagiakan. Coba tebak, saya menemukan apa? Yup, La Brisa! Yang sering muncul di fyp TikTok saya dan terkenal dengan sunday market-nya. Jadi saya pilih La Brisa untuk brunch, begitu masuk saya langsung disapa menggunakan Bahasa Inggris (oke gapapa, sekalian latihan speaking gratis). Tips dari saya kalau kamu mau berkunjung ke restaurant-nya, bisa masuk dari pantai tanpa ngantri dan kamu langsung diantarkan ke meja. Kalau masuk dari depan (Jl. Pantai Batu Mejan), ya selamat mengantri yaa..

Brunch at La Brisa

Review La Brisa sekilas, tempatnya sangat nyaman untuk spending time disana.. apalagi kalau kamu kebagian duduk di bench (no minimum spend). Kita bisa berendam juga di dua kolam mereka (yang terlihat sekilas oleh saya). Pilihan makanan dan minuman ada banyak dan ada paket brunch! Harganya ya seperti di Jakarta.. untuk rasa makanannya good but not that special. Tidak lupa setelah saya menikmati brunch, saya berkunjung ke sunday market yang terkenal itu.. yang di TikTok udah persis plek seperti itu kondisi dan booth yang buka hahaha jadi cari sendiri aja ya ✌🏻

Karena selesai brunch saya masih belum bisa check in, saya berkeliling daerah canggu dengan kedua kaki saya yang gatau arahnya kemana yang penting jalan aja! Tujuannya cuman dua, keliling dan cari bikini 😂 Ada satu toko saya kira toko pakaian renang, tapi ternyata toko pakaian olahraga untuk yoga. Oke gapapa, terus jalan sampai dapet yang suka banget! Time to spend my money!! 💸 Dan akhirnya jatuh pada satu toko, dengan warna biru muda. Pas saya lagi coba, sebelah fitting room saya ada couple bule dan cewenya nyobain 5 bikin sampai cowonya bilang "too many options for me to choose!". Iri ga kak? iya iri kak.. saya cuman sendiri nih kak di Bali 🥹

Udah belanja, keliling Canggu sampai 20.000 langkah kaki.. masih belum bisa check in (ini waktu kok lama banget jalannya hey). Mau makan siang tapi tanggung baru aja brunch, tapi yaudah deh gas saya makan siang di restaurant namanya "Teh Manis" dan seperti di La Brisa saya disapa menggunakan Bahasa Inggris sampai pesen menu yang saya pilih. Jangan tanya apa yang saya pesan, karena pesanannya ada di Jakarta menunya.. intinya saya pesan 1 makanan berat dan 1 minuman.

Finally.. I can check in! Karena saya tinggal di hostel, jadi campur sama tamu lain satu kamar berempat. Di kamar saya sudah ada couple bule dari Kanada dan sampai malam hanya kita bertiga di kamar itu (jadi nyamuk saya). Mereka cerita abis jalan-jalan dari Thailand dan bingung mau ke negara apa yang tiket pesawatnya murah untuk mereka pulang ke Kanada. Jatuhlah pilihan mereka ke Bali ini dan hanya semalam juga nginap di Canggu, sama seperti saya.

Mari kita ganti bikini baru buat berjemur ke pantai! Begitu saya sampai di pantai, jujur semuanya adalah bule. Mungkin orang asia dan Indonesia hanya saya dan penjual minuman disana. Matahari jam 3 sudah tidak begitu panas, saya menggelar kain pantai saya dan berjemur di bawah matahari Bali dengan angin pantai Canggu (relaxing sekali ini). Setelah berjemur bolak-balik supaya matang rata, masa ga main sama ombak?! Seger banget rasanya 🥹 Tapi setelah itu berjemur lagi keringin bikininya biar ga basah-basahan pas pulang.. sambil minum radler lemon 🍻 baru tau seenak itu.. berjemur - berendam - radler, kombinasi yang sangat sangat sangat cocok! It feels very relaxing~



Di malam hari, saya masih terasa kenyang jadi tidak pergi keluar lagi setelah mandi. Jadi saya menyelesaikan pekerjaan saya di iPad dan melihat hasil foto-foto tadi di pantai untuk di post (harus pamer ke temen-temen yang Senin kerja dong 🤪) dan story Instagram review hostelnya.

Caroline hostel (mix dorm, kalau mau private room juga ada) ini tipe kasurnya bunk bed dan saya dapat di atas. Dalam satu kamar ada tiga ruangan; satu shower, satu toilet dan satu sink dengan kaca dan hairdryer (saya tidak coba seberapa kencang anginnya). Saya dapat diharga Rp180.000 di ticket.com and it's very worth! Semuanya dalam keadaan bersih dan nyaman, kecuali lantai di sepanjang lorong agak lengket (mungkin karena air pantai).. untungnya di kamar sama sekali tidak ada lengket pantai (tau kan lengket pantai itu seperti apa). Dan hostelnya juga menyediakan galon air beserta teh kopi dan gula. Mau masak? Ada dapur dan peralatan beserta minyak dan bumbu-bumbu sederhana.

So this is my first day.. see you on day 2!👋🏻


HakunaMatata ✨

-means no worries-

Comments